Kunjungi Kadin Jatim, Swedia bidik kerjasama dalam 4 bidang

SURABAYA, Jumat (14/10/2022): Swedish Embassy and Business Sweden, Erik Odar didampingi Komite Sweden Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Toto Suharto melakukan kunjungan ke kantor Kadin Jawa Timur, Jumat (14/10/2022). 

Hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum Kadin Jatim Adik Dwi Putranto, Wakil Ketua Umum Bidang Promosi dan Perdagangan Internasional Tomy Kaihatu, Wakil Ketua Umum Bidang UMKM Idris Yahya, Wakil Ketua Umum Bidang Kerjasama antar daerah Diar Kusuma Putra dan segenap jajaran pengurus Kadin Jatim lainnya. 

Dalam kesempatan tersebut, Erik menyatakan minatnya untuk menjalin kerjasama ekonomi dengan Jawa Timur. "Kedatangan saya kali ini untuk memperkenalkan Sweden Indonesia Sustainability Partnership, kerjasama antara Swedia dengan Indonesia dalam bidang yang berkelanjutan," ujar Erik Odar.

Platform kerjasama ini sebagai wujud keinginan Swedia untuk membantu Indonesia dalam menemukan solusi-solusi yang berkelanjutan, utamanya untuk industri. "Salah satu anggota dalam kolaborasi ini adalah SKF, dimana SKF memberikan solusinya bagi industri, bagaimana mengimplementasikan digitalisasi atau solusi-solusi untuk mengurangi emisi, solusi yang berkelanjutan," tandasnya.

Melalui kerjasama yang akan terbangun,  diharapkan akan memberikan pengetahuan, pengalaman dan juga teknologi, serta solusi dari Swedia yang bisa membantu Indonesia untuk menciptakan industri yang berkelanjutan. 

Dari diskusi yang telah dilakukan bersama, maka ada beberapa topik yang akan ditindaklanjuti. Pertama terkait industri, utamanya manufaktur di Jatim dan Surabaya.  Swedia ingin melihat potensi kolaborasi terkait solusi yang berkelanjutan, termasuk dalam hal digitalisasi industri. Mereka ingin membantu meningkatkan daya saing industri di Indonesia di tingkat internasional karena mereka memiliki pengalaman teknologi dalam membangun industri 4.0. 

Kedua terkait dengan energi terbarukan. Swedia ingin melihat potensi kerjasama dengan Kadin Jatim, diantaranya pembangunan solar cell atau lainnya. "Beberapa perusahaan dari Swedia pernah mengunjungi Indonesia dan ini mungkin bisa dicoba untuk dikerjasamakan disini. Ketiga tentang pendidikan. Kadin Jatim fokus pada peningkatan SDM, disini Swedia mungkin bisa memberikan pengalaman dan kompetensi dari Swedia melalui perusahaan yang aktif di Indonesia," ungkapnya. 

Ke empat, Swedia juga berharap Kadin Jatim ikut aktif berkolaborasi dalam event yang akan diselenggarakan oleh Sweden Indonesia Sustainability Partnership di awal Desember 2022 mendatang. "Pada Desember mendatang akan ada event di Jakarta terkait projek ini. Salah satunya untuk memperkenalkan teknologi. Harapan kami Kadin Jatim akam turut aktif dalam kegiatan tersebut. Karena sebenarnya sudah ada platform antara pemerintah Swedia dengan indonesia. Dan itu dikembangkan ke business to business," ungkap Erik.

Menanggapi keinginan tersebut, Adik Dwi Putranto menyatakan sangat tertarik dan berharap kerjasama ini akan ditindaklanjuti dalam waktu dekat. Adik juga mengatakan kinerja ekonomi Jatim saat ini cukup bagus. Ada tiga sektor yang memberikan kontribusi besar, yaitu industri manufaktur, perdagangan dan pertanian.

Agar sektor-sektor tersebut bisa terus berkembang dan meningkat, maka saat ini Kadin Jatim fokus pada peningkatan SDM, termasuk UMKM, industri dan lainnya. Kadin Jatim juga aktif melakukan misi dagang dengan provinsi lain di Indonesia.

"Kami menyambut baik keinginan Swedia untuk menjalin kerjasama, khususnya dalam hal peningkatan SDM karena saat ini Kadin fokus pada peningkatan SDM. Dalam hal ini, kami telah bekerjasama dengan sejumlah lembaga dari Luar Negeri, diantaranya dengan IHK Trier Jerman, GIZ Jerman, Swiss Contact, dan juga dengan PUM Netherland," terang Adik. 

 Dalam hal industri, Jatim saat ini masih sangat menarik bagi investor. Ada banyak investor yang memutuskan untuk menanamkan investasinya di Jatim, salah satunya Smelter Freeport yang membangun industri pemurnian di JIIPE Gresik. Selain itu juga ada perusahaan kaca dari China dengan investasi cukup besar, sekitar Rp 50 triliun. Perusahaan ini juga membangun perusahaannya di kawasan ekonomi khusus JIIPE Gresik. 

"Jadi investasi di Jatim masih sangat menarik. Untuk itu kami terbuka dalam menjalin kerjasama ekonomi. Ini nanti kita lihat bersama, potensi apa saja yang bisa dikerjasamakan, apa yang bisa diekspor dan apa sebaliknya dan juga kalau memungkinkan ada pertukaran SDM karena pendidikan di Swedia juga sangat bagus," pungkasnya.(*)